BAB 22 – SHALAT ‘IDAIN (Shalat dua Hari Raya)

 Para ulama berselisih pendapat tentang shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha, apakah hukumnya, wajib atau sunnah? Mazhab Imamiyah dan Hanafi mengatakan kedua shalat ‘led itu hukumnya fardhu ‘ain dengan syarat-syarat yang ada pada shalat Jum’at. Kalau syarat-syarat tersebut atau sebagian dari padanya tidak terpenuhi, maka menurut kedua rnazhab tersebut kewajiban tersebut menjadi gugur.  Hanya Imamiyah menambahkan: Jika syarat-syarat wajib tidak terpenuhi, maka ia kerjakan sebagai shalat sunnah, baik secara berjama’ah maupun perorangan, dalam bepergian maupun mukim. Mazhab Hambali mengatakan: Hukumnya fardhu kifayah. Mazhab Syafi’i dan Maliki mengatakan: Hukumnya adalah sunnah muakkadah.Waktu shalat ‘led tersebut adalah sejak terbitnya matahari sampai tergelincirnya matahari (waktu zawal), demikian menurut mazhab Imamiyah dan Syafi’i.Sedangkan menurut Mazhab Hambali: Waktunya adalah sejak naiknya matahari setombak (sampai waktu zawal) Tentang khutbah pada shalat dua hari raya,  Imamiyah mengata­kan kedua khutbah tersebut harus persis seperti khutbah Jum’at. Se­dangkan mazhab-mazhab lainnya mengatakan khutbah itu hanya sunnah. Adapun tentang letak khutbah tersebut, semua sependapat bahwa waktunya adalah sesudah shalat, berbeda dengan khutbah Jum’at yang disampaikan sebelum shalat.Mazhab Imamiyah dan Syafi’i menyatakan: Shalat pada kedua hari raya itu sah dikerjakan, baik sendiri maupun berjama’ah. Sedang­kan mazhab-mazhab lainnya mewajibkan berjama’ah dalam shalat ‘led itu Tata cara shalat ‘Ied itu, menurut mazhab-mazhab tersebut adalah dua raka’at, dengan ketentuan sebagai berikut  Hanafi: Niat, kemudian mengucapkan takbiratul ihram, kemudian mengucapkan puji takbir tiga kali yang diselingi dengan diam sejenak sekedar bacaan tiga kali takbir, atau juga boleh mengucapkan “Subhanallah walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahuakbar”Kemudian membaca ‘Auzubillahi MinasyaithonirazimDan setelah itu membaca Al-Fatihah dan salah satu surat, lalu ruku’ dan sujud. Pada rakaat kedua, mulai dengan membaca Al-Fatihah dan salah satu surat, kemudian mengucapkan takbir tiga kali, kemudian ruku’ dan sujud, lalu menyempurnakan shalat hingga selesai. Syafi’i: Mengucapkan takbiratul ihram, kemudian membaca doa iftitah, kemudian mengucapakan takbir tujuh kali yang antara tiap-tiap dua takbir itu diselingi ucapan: “Subhanallah walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahuakbar”, secara perlahan. Kemudian mengucapkan: ‘Auzubillahi MinasyaithonirazimYang dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan surat Qaf. Kemudian ruku’ dan sujud. Ketika bangkit ke rakaat kedua, mengu­capkan takbir yang kemudian ditambah dengan lima kali takbir lagi, yang antara dua takbir diselingi dengan ucapan: “Subhanallah walhamdulillah wala Ilaha illallah wallahuakbar”Kemudian membaca Al-Fatihah dan surat Iqtarobat serta menyem­purnakan shalat hingga selesai. Hambali: Membaca doa iftitah, kemudian mengucapakan takbir enam kali, yang antara tiap-tiap dua takbir itu mengucapkan:“Allahu Akbar kabira, walhamdulillahi kasira wasubhanallahi ibukratan wa asila, washalallahu ‘ala Muhammaddin wa ‘alihi wassalama tasliman”Kemudian membaca: ‘Auzubillahi Minasyaithonirazim dan basmalah, lalu diteruskan dengan membaca Al-Fatihah dan surat Al-A’la (hingga selesai). Kemudian menyempurnakan rakaat pertama hingga selesai dan diteruskan dengan rakaat kedua. Pada rakaat kedua mengucapkan takbir lima kali selain dari ucapan takbir untuk bangkit ke rakaat kedua. Yang antara dap-tiap dua takbir tersebut diselingi dengan ucapan yang sama dengan apa yang dibaca pada rakaat pertama tadi. Kemudian mengucapkan basmalah dite­ruskan dengan membaca Al-Fatihah dan surah Al-Ghasyiyah, kemudian ruku’ dan seterusnya hingga selesai shalat. Maliki: mengucapkan takbiratul ihram, dilanjutkan dengan ucapan takbir enam kali, lalu membaca surat: Al-fatihah dan Surat Al-A’la, lalu ruku’ dan sujud. Kemudian bangkit ke rakaat kedua sambil mengucapkan takbir, ditambah dengan lima takbir sesudahnya, lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Syamsi atau yang sepertinya, kemudian menyempurnakan shalat hingga selesai. Imamiyah: Mengucapkan takbiratul ihram, lalu membaca surat Al-Fatihah dan salah satu surat, kemudian mengucapkan takbir lima kali yang pada tiap-tiap satu takbir diselingi dengan doa qunut. Ke­mudian ruku’ dan sujud. Ketika bangkit ke rakaat kedua, membaca Al-Fatihah dan salah satu surat, lalu mengucapkan takbir empat kali, yang diselingi dengan doa qunut pada tiap-tiap satu takbir. Kemu­dian ruku’, dan menyempurnakan shalat sampai selesai.  end 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s